Senin

Gaya Bahasa Materi G-website

Saya sulit memahami bila materi yang disampaikan lewat ebook. Tidak seperti dalam buku. Konsentrasi saya mudah pecah bila membaca lewat computer. Ya itulah kelemahan saya membaca ebook.

Tetapi karena penyampaian GM Susanto di pembelajaran G-website menggunakan bahasa sederhana, bahasa bercakap-cakap, dan mengatur baris yang simpel, akhirnya cukup mudah dicerna oleh saya.

Itulah yang akan tiru dalam pembuatan ebook untuk bisnis saya nanti. Memang saya sulit menulis dengan gaya bahasa serius walau sering nulis.

Memang seharusnya gaya bahasanya sederhana bila materi ebook itu tentang how-to. Karena materi tentang how-to yang diutamakan adalah penyelesaian masalah. Bila pada penyelesaian masalah, enaknya ya seperti ngobrol dong.

Tetapi maksud gaya bahasa sederhana bukan berarti harus menggunakan bahasa gaul atau bahasa santai yang tidak dimengerti kebanyakan orang atau terlihat kurang pas di mata kebanyakan orang. Yang jelas, seperti kita ngobrol sama orang tua atau atasan atau berbicara sewaktu tes wawancara.

Ya seperti gaya bahasa saya ini. Gaya Bahasa sederhana kan?

Menggunakan gaya bahasa sederhana dalam pembelajaran G-website membuat saya asik-asik sendiri kalau membaca. Malah sering senyum-senyum karena ada becandaan dari GM Susanto. Sampai dalam beberapa hari, saya menghabiskan semua materi sampai badan pegel-pegel.

Walau demikian, saya belum begitu paham ci. Memang prinsip saya adalah pengulangan belajar. Bila tidak memakai sistem ini maka sulit untuk saya kuasai.

Anda mungkin ingin tahu bagaimana pembelajaran di G-website? Bila anda ingin tahu, saya ingatkan kalau anda bakal puas melahap materi. Kenapa puas? Salah satu adalah tentunya gaya bahasa yang mudah dipahami, renyah dan sederhana.

Tetapi saya sedikit kecewa. Kenapa kecewa?

Begini. Karena G-website adalah target marketnya mengajarkan membangun bisnis untuk target luar negeri dan dalam negeri, tentu ada ebook yang berbahasa inggris dan bahasa Indonesia.

Nah, yang bikin kecewa adalah karena saya tidak mengerti bahasa Inggris. Saya kecewa sama diri saya sendiri. GM Susanto memberi ebook pembelajaran dan bonus puluhan produk MRR berbahasa Inggris tidak bisa saya manafaatkan.

Bagaimana tidak kecewa? Sebuah puluhan ebook yang BERMANFAAT masih terhalang oleh ketidakpahaman saya dalam bahasa Inggris. Jadi saya tidak bisa membaca ebook-ebook LUARBIASA itu. Nyesel gak bisa bahasa Inggris!

Tapi untunglah. Target market Indoensia masih menjadi alternatif. Kalau sudah berhasil menghasilkan profit dari menjual produk di Indonesia, maka uang mau digunakan untuk menyewa jasa penerjemah (soalnya males belajar bahasa Inggris) untuk mengartikan ebook berbahasa Inggris.


--------------
Sebuah Situs “BISNIS ONLINE INDONESIA REVIEW” yang MENGUAK pengelaman Seseorang dalam TEMPUH Pendidikan Bisnis Online BESAR hanya dengan 3 Langkah STREET SMART, klik disini Bisnis Online Indonesia


Bacaan Lainnya



0 komentar: